Saturday, May 5, 2012

Pendidikan: Memanusiakan Manusia

"Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memanusiakan manusia"

Kalimat itu terus menerus diulang dalam materi tentang "Pendidikan" selama diklat panitia lapangan PROKM 2009. Sampe sekarang kalimat itu masih membekas di benak saya dan mengajak saya untuk bertanya "Apa kabar pendidikan di Indonesia?"

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan apa makna dibalik kalimat "memanusiakan manusia".Jika secara harfiah, makna kalimat tersebut adalah membuat seorang manusia berperilaku sebagai manusia sewajarnya. Kaitannya tentang bagaimana memanusiakan manusia dalam konteks pendidikan adalah bagaimana membuat manusia dalam pendidikannya tidak bertindak sebagai robot. Sistem pendidikan yang baik adalah membuat mereka yang sedang menjalani pendidikan bisa mengembangkan diri secara bebas dan sesuai dengan potensi yang dimilikinya, tidak terpaku pada materi-materi yang disuapi setiap harinya. Sehingga pendidikan tersebut nantinya bisa menjadi sebuah tonggak pengembangan diri dan karakter dari tiap-tiap individu.

Lalu, bagaimana pendidikan di Indonesia saat ini? Sudahkan memanusiakan manusia?
Sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih menyuapi siswa-siswinya dengan berbagai macam ilmu yang seragam. Secara simpel, bisa dilihat dengan memberi tugas kepada seorang anak "Gambarlah sebuah pemandangan!". Maka gambar yang muncul dari setiap anak-pun akan 80% sama seperti gambar yang kita lakukan saat SD dulu. Rangkaian gambar dua buah gunung, jalan, dan sawah adalah identikal gambar pemandangan siswa-siswi Indonesia.
Pemandangan
Kasus "Gambar pemandangan" ini kurang lebih memberikan gambaran bagaimana sistem pendidikan di Indonesia masih menyeragamkan semua pemikiran dengan menyuapi hal-hal yang relatif sama. Sistem pendidikan yang baik seharusnya berpusat pada pengembangan potensi dan karakter dari diri masing-masing, namun sayangnya pengembangan karakter dan potensi diri baru akan dirasakan ketika menapaki pendidikan lanjutan di tingkat perguruan tinggi. Dan lebih disayangkan lagi tidak semua orang bisa menikmati jenjang pendidikan yang tinggi.

Inilah kondisi pendidikan di Indonesia dan bagaimana pendidikan ini berpengaruh pada karakter bangsa Indonesia saat ini. Sedih melihat bagaimana bangsa kita jadi begitu mudah terpengaruh oleh perubahan budaya kebaratan dan diperdaya oleh asing hanya karena sistem pendidikan yang tidak menguatkan satu sisi dari diri kita sendiri. Tapi sebagai generasi muda harus tetap optimis untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia. Suatu saat akan ada jalan yang optimis bagi pendidikan di Indonesia. Mulailah dengan diri sendiri, kuatkan karaktermu, dan jangan mudah terpengaruh. Maju terus pendidikan Indonesia!

1 comment:

  1. stuju banget kak,.salam kenal..himma UNJ english education..

    ReplyDelete