Wednesday, May 23, 2012

Juli dan Oktober

Perbincangan mahasiswa tingkat akhir,
A : yang lulus Juli berapa orang ya?
B : ga nyampe 20an lah, cuman belasan
C : udah kita Oktober aja
D : gila itu yang lulus Juli benar-benar orang yang teguh hati
B : iya, orang rata-rata kita seangkatan setipe semua. sibuk main, bukan sibuk ngerjain TA
A : bener, ngeliat temen-temen di sekitar pada santai gitu jadi bikin kita santai juga ngerjain TA
C : yang Juli beneranlah, ga punya temen apa?
A, B, D : hahahahaha

jahat banget ngatain orang ga punya temen hahaha

Monday, May 14, 2012

Ngaleut : Bandung Utara


Ini ketiga kalinya saya mengikuti kegiatan ngaleut bersama komunitas Aleut. Komunitas Aleut adalah komunitas apresiasi sejarah dan wisata Bandung. Dimana setiap minggunya, tepatnya hari Minggu, pegiat Aleut berkumpul dan jalan-jalan mengelilingi suatu wilayah di Bandung untuk membahas sejarah suatu tempat atau wawasan lain. Untuk info lengkapnya bisa buka blog Aleut atau buka facebook Aleut di 'Komunitas Aleut'.

Ngaleut kali ini sangat- sangat seru dari kedua ngaleut sebelumnya. Tapi sejak bergabung dengan Aleut, tidak ada ngaleut yang tidak seru. Yang ada hanya seru dan sangat seru.

Kenapa Aleut kali ini sangat seru? Karena ngaleut kali ini kita menjelajahi Bandung utara dengan jalan kaki dari mendaki gunung batu - turun gunung batu - maribaya - masuk Tahura Ir. H. Juanda lewat pintu maribaya - keluar lewat pintu dago. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih sekitar 3,5 jam jalan kaki, sekitar 10-12 km. Walaupun melelahkan dan hampir membuat dengkul saya aus, tapi pengalaman yang didapat terlalu berharga. Saya jadi tau bagaimana keadaan struktur geologi Bandung sebenarnya. Sebelumnya, saya pernah mencoba mempelajari tentang patahan lembang dari suatu artikel, tapi karena major saya bukan geologi saya kurang bisa membayangkan bagaimana keadaan struktur geologi Bandung sebenarnya. Di Aleut-lah saya belajar secara langsung dengan melihat keadaannya langsung dari Gunung Batu. Saya tidak mau cerita banyak tentang hal tersebut, mungkin banyak ahli yang lebih tau. Karena bagi saya the most exciting part is the view and the weather while we're walking across the north of Bandung. Here's glimpse of the journey.




















Blue and green color across the way makes a perfect journey, isn't it?

Wednesday, May 9, 2012

Unspeakable Things

Have you ever get an awkward conversation? When you have unspeakable things that won't come out how many times you try to talk. In that moment, your brain still worked out to figure out the perfect sentence. But when it came,  you've got choked by your throat. Not even a word came out, and it's merely make a silence. "..." but suddenly you change the topic.

I've been there and I've done that many times. But, lately I was in the opposite position, wait for the unspeakable things.

Well, it's like living in an uncertainty. You don't know what will come, is it a bad things or a good things? All you've to do is just waiting patiently, making so many assumptions about what will happen, and again, beautifully waiting. And you don't know till when.
But lucky, I can see the unspeakable. By the move, the smile, the eyes, and the thought. You're telling me the truth by another way. And maybe someday, I can read yours. :)

Saturday, May 5, 2012

Pendidikan: Memanusiakan Manusia

"Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memanusiakan manusia"

Kalimat itu terus menerus diulang dalam materi tentang "Pendidikan" selama diklat panitia lapangan PROKM 2009. Sampe sekarang kalimat itu masih membekas di benak saya dan mengajak saya untuk bertanya "Apa kabar pendidikan di Indonesia?"

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan apa makna dibalik kalimat "memanusiakan manusia".Jika secara harfiah, makna kalimat tersebut adalah membuat seorang manusia berperilaku sebagai manusia sewajarnya. Kaitannya tentang bagaimana memanusiakan manusia dalam konteks pendidikan adalah bagaimana membuat manusia dalam pendidikannya tidak bertindak sebagai robot. Sistem pendidikan yang baik adalah membuat mereka yang sedang menjalani pendidikan bisa mengembangkan diri secara bebas dan sesuai dengan potensi yang dimilikinya, tidak terpaku pada materi-materi yang disuapi setiap harinya. Sehingga pendidikan tersebut nantinya bisa menjadi sebuah tonggak pengembangan diri dan karakter dari tiap-tiap individu.

Lalu, bagaimana pendidikan di Indonesia saat ini? Sudahkan memanusiakan manusia?
Sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih menyuapi siswa-siswinya dengan berbagai macam ilmu yang seragam. Secara simpel, bisa dilihat dengan memberi tugas kepada seorang anak "Gambarlah sebuah pemandangan!". Maka gambar yang muncul dari setiap anak-pun akan 80% sama seperti gambar yang kita lakukan saat SD dulu. Rangkaian gambar dua buah gunung, jalan, dan sawah adalah identikal gambar pemandangan siswa-siswi Indonesia.
Pemandangan
Kasus "Gambar pemandangan" ini kurang lebih memberikan gambaran bagaimana sistem pendidikan di Indonesia masih menyeragamkan semua pemikiran dengan menyuapi hal-hal yang relatif sama. Sistem pendidikan yang baik seharusnya berpusat pada pengembangan potensi dan karakter dari diri masing-masing, namun sayangnya pengembangan karakter dan potensi diri baru akan dirasakan ketika menapaki pendidikan lanjutan di tingkat perguruan tinggi. Dan lebih disayangkan lagi tidak semua orang bisa menikmati jenjang pendidikan yang tinggi.

Inilah kondisi pendidikan di Indonesia dan bagaimana pendidikan ini berpengaruh pada karakter bangsa Indonesia saat ini. Sedih melihat bagaimana bangsa kita jadi begitu mudah terpengaruh oleh perubahan budaya kebaratan dan diperdaya oleh asing hanya karena sistem pendidikan yang tidak menguatkan satu sisi dari diri kita sendiri. Tapi sebagai generasi muda harus tetap optimis untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia. Suatu saat akan ada jalan yang optimis bagi pendidikan di Indonesia. Mulailah dengan diri sendiri, kuatkan karaktermu, dan jangan mudah terpengaruh. Maju terus pendidikan Indonesia!

Tuesday, April 24, 2012

Untitled

oh hati, kenapa kau begitu rapuh.
semudahkah itukah kau luluh dengan kebaikan seseorang?
oh air mata, kenapa kau begitu mudah jatuh.
semudah itukah kau mengalir hanya karena sentuhan hati dan kesedihan?